Sunday, October 7, 2007

Keutamaan Ramadhan

Almahdulillah, Ranadhan telah tiba dan kita akan menghadapi dan merayakan pesta yang sesungguhnya ada di dunia ini, pesta yang tidak tertandingi nilainya, pesta yang penuh dengan limpahan nikmat yang diberikan oleh Allh SWT selama satu bulan penuh, yakni pada bulan Ramadhan yang indah ini.

Menurut etimologi bahasa, Ramadhan berarti pembakaran. Jadi Ramadhan berfungsi untuk menmbakar dan menghapuskan semua kesalahan, keburukan dan dosa yang kita lakukan selama sebelas bulan sebelumnya. Pada bulan ini, Allah memerintahkan kita untuk berpuasa selama beberapa jam yang ditentukan yakni 8 jam, 14 jam atau 20 jam menurut kondisi tempat-tempatny masing-masing, tepat diikuti dengan syarat dan syari'atnya.

Semua kegiatan yang bermanfaat, baik bermanfaat untuk jasmani kita atau untuk rohani kita, atau yang biasa kita sebut dengan ibadah ini sangat dianjurkan sekali oleh Allah SWT untuk dilaksanakan di bulan yang suci ini. Oleh karena itu Alaah SWT memberikan iming-iming berupa pahala yang berlipat ganda. Ibadah-ibadah tersebut disunnahkan dilakukan selama siang dan malam, seperti shalat tarawih, tadarus Al Qur'am dan shalat malam ataupun ibadah yang lainnya.
Ibadah pertama yang wajib dilakukan pada saat dan hanya pada saat bulan Ramadan adalah puasa. Puasa menurut etimologi bahasanya berasal dari bahasa Arab yakni, As Syiam yang berart menahan. Menurut istilah, Puasa berarti menahan makan dan minum, lapar dan dahaga dan hawa nafu serta semua hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Ibadah puasa ini bermanfaat bagi kesehatan jasmani kita, serta bermanfaat bagi hubungan Hablum Minallah dan Hablum Minan Nass kita.

Peristiwa menahan makan dan minum yang diawali makan sahur sekitar pukul 0300 untuk kondisi daerah di Surabaya dan diakhiri dengan buka puasa sekitar pukul 0530 untuk kondisi daerah di Surabaya ini dapat mengatur kerja lambung kita. Pada saat kita makan Sahur, gizi baik yang kita makan akan langsung dicerna oleh lambung, usus dan kawan-kawannya selama sekitar 5 jam dan disimpan sebagai cadanga energi kita selama setengah hari kita beraktivitas di bulan Ramadhan. Setelah sahur, kita melakukan ibadah wajib Shalat Subuh yang pastinya diawali dengan berwudhu. Saat berwudhu, kita menghilangkan kotoran-kotoran yang masih menempel pada diri kita, dan kita akan selalu suci dari kotoran bila melakukannya minimal selama 5 kali dalam sehari. Pada saat shalat pu kita melatih kerja organ-organ gerak kita dengan gerakan-gerakan sempurna yang sudah diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan juga melatih konsentrasi kita karena pada saat shalat kita diwajibkan untuk Kyusyu'. Jika kita sudah terbiasa untuk melatih konsentrasi kita, insya Allah semua kegiatan kita dapat teratur dan teratasi pula.

Puasa, mengistirahatkan organ-organ pencernaan yang selama 11 bulan dipompa dan diminta untuk bekerja keras mencerna makana yang kita makan dan tidak jarang juga makanan yang kita makan itu terlalu berlebihan. Mulai pukul 0900 pagi, lambung, usus beserta organ-organ penccernaan yang lainnya mulai beristirahat. Walaupun organ pencernaan kita sedang dalam fase istirahat, kita tidak boleh hanya menggunakan energi kita untuk tidur-tiduran sampai pulas, malas-malasan dan tidak bekrja. Walaupun hadits sempat mengakan bahwa tidurnya orang yang sedang berpuasa itu berpahala. Itu hanya sebagai kata kiasan yang diberikan kepada kita.Semua itu hanya sebagai perumpamaan yang menganjurkan kita untuk mengerjakan kegiatan yang bermanfaat, sesuai kebutuhan dan tidak diselingi dengan sengaja kegiatan yang tidak bermanfaat malah dapat merugikan diri kita dan orang lain, seperti gosip, fitnah, bit'ah, iri hati, dengki, dendam dan masih banyak lagi yang lainnya. Kita diharapkan melakukan perbuatan baik saat berpuasa dengan melakukan ibadah. Ibadah pun juga tidak hanya mendekam diri di dalam Masjid, itu hanya ibadah yang diSunnahkan oleh Rasulullah SAW. Allah pun memerintahkan kita untuk selalu berlomba-0lomba dalam hal kebaikan, seperti yang diutarakan dalam Surat Al Baqarah dengan kata-kata “Fastabikul Khairat”. Tenang saja, walaupun kita sedang berpuasa, energi kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan seperti semula karena energi simpanan kita masih cukup untuk hanya berbuat baik saja. Jangan karena berpuasa, menjadikan diri kita tambah malas-malasan, ataupun bermalas-malasan mengatasnamakan puasa.


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home